Berbagi Inspirasi dan Makna

  • Quotes

    24 Oct 2016

    Aku dan FLP Akhirnya Aku “Berjamaah” di FLP

    Kalau ada yang bertanya, apa hobiku? maka aku jawab, membaca. Berangkat dari hobi membaca itulah, aku kepikiran untuk menulis. Tiba-tiba terbetik di hatiku keinginan untuk bisa menulis seperti karya para penulis yang pernah aku baca. Maka mulailah aku menulis cerpen dan puisi. Aku menulisnya dengan tulisan tangan di kertas HVS, menjilidnya dan membawanya ke sekolah. Teman-temanku lumayan antusias membaca karya sederhanaku. Sayangnya saat itu cerpen-cerpenku tak jauh dari kisah cinta picisan ala anak remaja metropolitan. Maklum, novel-novel teentlit picisan telah mempengaruhi pola pikirku.

    Tapi itu dulu, ketika masa-masanya berseragam putih biru. Setelah lulus dari SMP, aku melanjutkan ke Madrasah Aliyah di luar kota. Dari sini rasa sukaku pada dunia literasi tidak memudar. Bedanya, di madrasah aku mengenal pengetahuan keislaman. Buku-buku terjemahan dari timur tengah mulai aku baca seiring rasa hausku pada pengetahuan agama. Selain itu aku juga mulai mengenal fiksi islami. Saat itu teman-temanku banyak mengoleksi kumcer dan novel islami dari penerbit-penerbit islam yang notabene hasil karya dari para anggota FLP.

    Saat itulah aku mulai penasaran dengan FLP. Apalagi di cover belakang buku selalu dicantumkan logo FLP setelah logo penerbit buku tersebut. Terlebih lagi banyak endorsement dari para senior FLP dan biodata para penulis FLP. Saat itu juga aku sangat tertarik untuk bergabung dengan FLP. Tapi aku tidak tahu bagaimana caranya menjadi anggota. Lagi pula, sudah beberapa kali aku mencari informasi tentang FLP cabang tasikmalaya lewat google. Hasilnya nihil. Adapun yang terdekat hanya ada di jatinangor bandung. Dan itu artinya aku tidak bisa menjadi anggota FLP jika di daerahku sendiri tidak ada cabang FLP.

    Kalau berbicara tentang FLP, tiba-tiba aku teringat majalah annida. Karena bagaimana pun juga annida adalah kawah candradimuka bagi para anggota FLP yang rata-rata sukses menelurkan karya-karya mereka berupa buku. Dan lagi-lagi perkenalanku dengan majalah annida berawal dari “kebetulan” yang tiada disangka sebelumnya. Ceritanya, aku diajak temanku untuk berkunjung ke Islamic Book Fair di jakarta pada tahun 2010 silam. Di sana aku menemukan stand majalah ummi (secara aku sudah mengenal nih majalah karena kakakku sempat berlangganan). Langsung aku beli beberapa edisi yang sudah terlewat. Tapi tiba-tiba mataku tertuju pada satu nama; ANNIDA. Pikirku, majalah ummi juga punya ‘saudara’ rupanya. Karena penasaran, aku langsung kepo buka-buka beberapa edisi. Isinya bagus dan inspiratif. Apalagi slogannya yang meremaja banget. Ditambah rubrikasinya yang full fiksi islami. Tak tanggung-tanggung aku langung beli belasan edisi lama.

    Ternyata baru aku tahu bahwa para penulis yang biasa mejengin karya di annida adalah para penulis novel dan kumcer yang namanya sudah tidak asing lagi di telingaku. Mengingat selama aku sekolah, aku sering meminjam buku-buku fiksi silami punya temen sekelas. Sebutlah misalnya Helvi Tiana Rosa, Asma Nadia, Rahmadiyanti Rusdy, Sinta Yudisia, Afifah Afra, Gol A Gong, Nurul Huda, Pipiet Senja dan banyak lagi yang lainnya
    ****
    Rampung menempuh pendidikan di bangku Madrasah Aliyah aku melanjutkan ke STAI Al-Hidayah jurusan tarbiyah di bogor melalui jalur beasiswa yang ditawarkan oleh Ma’had al-Huda. Alhamdulillah aku diterima. Selama masa perkuliahan aku juga diharuskan untuk menjadi relawan CRB (Cinta Remaja Bangsa), yayasan yang bergerak di bidang pembinaan remaja indonesia. Kebetulan yayasan CRB dengan kampus STAI bekerja sama dan masih dalam satu naungan yayasan huda group.

    Selama tiga bulan masa pengkaderan di bogor aku berkesempatan untuk berkiprah di daerah solo. Aku dan teman-temanku sangat menikmati hari-hari di kota solo. Bagaimana tidak, solo adalah kota yang sangat eksotis bagiku. Di solo pula, impianku untuk bisa mengenal FLP lebih dekat bisa terwujud. Qodarullah, suatu ketika aku mendapatkan informasi ada pameran buku murah di goro Assalam hypermart. Dan hari pertama aku langsung berkunjung ke sana. Tak lupa meminta brosur jadwal kegiatan yang diadakan oleh pihak panitia.


    Ini dia hari pertamaku ikutan kelas KEMECER bareng Mas Opik Oman


    Salah satu kegiatan yang membuat aku kesengsem adalah acara kepenulisan dengan tema Writing Simple Story bersama Mas Opik Oman, sang ketua FLP Solo Raya. Mengetahui di solo ada FLP, aku menjadi bersemangat dan harapanku untuk menjadi anggota semakin menggebu-gebu.

    Setalah acara selesai, aku langsung mencatat nomor WA Opik Oman dan mulai chating nanya-nanya bagaimana caranya jadi anggota FLP. Sayangnya, perekrutan anggota diadakan setahun sekali. Jadi, aku harus menunggu tahun depan. Tapi mas oman bilang, jadi anggota FLP itu bukan hal yang paling urgent. Percuma jadi anggota tapi kagak berkarya. Yang penting sekarang kamu asah ketrampilan menulismu, begitu katanya. Aku pikir benar juga.


    Maka Mas Oman menawariku untuk ikut program KEMECER (Kelas Menulis Cerita) yang diadakan okeh FLP Solo setiap hari sabtu. Aku sangat antusias dan berharap bisa mengikuti setiap sabtunya. Sayangnya, hari sabtu adalah hari dimana aku punya jadwal mengajar ekstrakulikuler  BTQ di salah satu SMK Swasta di kota surakarta. Aku pikir, mungkin masih belum rezekiku ikut FLP. Kebayang betapa kecewanya anak-anak binaanku kalau seandainya aku absen mengajar alquran gara-gara ikut kelas KEMECER.

    Dan rupanya Allah mengetahui bagaimana keinginanku. Pihak sekolah tempat aku mengajar mengatakan bahwa ada kegiatan dadakan di hari sabtu. Sehingga jadwal mengajarku diliburkan satu minggu. Aku tersenyum lega. Jadi aku bisa punya kesempatan ikut KEMECER walau hanya satu hari.
    Ketika bertemu dengan mas Oman saya mengatakan keinginanku untuk ikut program KEMECER, tapi lewat WA. Dimana saya mengirimkan cerpen-cerpen saya lewat email dan Mas Oman bisa mengoreksi dan membedah karya saya di WA. Mas Oman setuju, mengingat dia juga tahu kesibukan saya pada hari sabtu sehingga tidak bisa mengikuti programnya. Bahkan ia sangat antusias ketika membedah karya saya. Mas Oman berjanji akan memasukan salahsatu karya saya ke dalam buku Antologi bersama FLP Solo Raya dan diterbitkan secara Indie.  Alhamdulillah...




    No comments:

    Post a Comment

    Video

    Aksara

    Cerpen

    Celoteh

    My Tweet

    Facebook

    Google+ Followers